Menuduh Musyrik
Dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduh musyrik.

Hadist Kanjeng Nabi Muhammad SAW tentang Pengkafiran

Hadist Kanjeng Nabi Muhammad SAW tentang Pengkafiran. Rasulullah Saww bersabda;

إِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ،

وَكَانَ رِدْئًا لِلْإِسْلَامِ، غَيَّرَهُ إِلَى مَا شَاءَ اللَّهُ،

فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ،

وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ ،

قَالَ : قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ ، أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ ، الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي؟

قَالَ : بَلِ الرَّامِي.

خرجه البزار في مسنده ( 45/774 برقم 2426 ) والحافظ ابن حجر في المطالب العالية ( 36/1238 برقم 4483 ) والطحاوي في مشكل الآثار ( 0/113 برقم 725 ) وأبو نعيم الأصبهاني في معرفة الصحابة ( 2/635 برقم 1747 ).
وقد صحح الحديث الشيخ الألباني في الصحيحة .

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduh musyrik”.

Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”.

Beliau menjawab, “Penuduhnya”.

HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr.

BACA JUGA:

Paham Pengkafir dan Punahnya Beragama Secara Akal Sehat

Klarifikasi Kata dan Makna Kafir

Teroris Menurut BNPT: Suka Mengkafirkan dan Hidupnya Eksklusif

About Abu Fatma

Check Also

Falsafah Kopi

*Falsafah Kopi* *Petuah Sinto Gendeng kepada Wiro sableng (Fiktif)* Suatu sore hujan turun di padepokan Baca Lanjut

Leave a Reply

%d bloggers like this: