Ustadz Poligami
Niat ingin meniru gaya ustadz poligami, dianggap melecehkan dan menghina. jika remaja tidak boleh menirunya, kepada siapa lagi mereka meniru?

Niat ingin meniru gaya ustadz poligami, justru dianggap melecehkan dan menghina

Niat ingin meniru gaya ustadz poligami, justru dianggap melecehkan dan menghina. Sebutlah namanya Raka bersama dua orang teman gadisnya, mungkin karena eforia dan menganggap sanggup meniru gaya ustadz kondang ia justru menuai somasi karena dianggap menghina dan menistakan ustadz pujaannya itu.

Dalam sebuah video singkat, Raka bersama 2 teman perempuanya memparodikan dan meniru pernyataan Ustadz itu. Tanpa bermaksud menghina ataupun menistakan, mereka mencoba meniru gaya Ustadz Poligami itu dengan mimik dan suara serak-serak basah.

Gaya tiruan tersebut diakhiri dengan pembacaan kalimat Takbir disertai gelak tawa mereka bertiga. Dengan berprasangka positif bahwa gelak tawa mereka bukan dimaksudkan untuk mengolok-olok kalimat Takbirnya, namun jauh dari itu mereka sebenarnya menertawakan gaya temannya yang tampak gagal dan konyol memerankan aksi tersebut.

Terlihat bahwa mereka yang masih tampak sebagai pemuda remaja, polos dan jauh dari persangkaan tim pembela Ustadz tersebut yang mereka anggap sebagai cemoohan, penghinaan atau penistaan. Terlebih lagi, terlalu dibesarkan ketika laga mereka mendapat reaksi tidak pantas dengan cara mengancam dengan mengatasnamakan umat Islam.

Lantas, jika remaja tidak boleh meniru-niru agamawan yang kondang itu, kepada siapa lagi mereka boleh meniru? Sungguh hanya orang hina yang merasa dihina, hanya orang nista yang selalu menganggap orang lain menistakannya.

Berikut ini video somasi, tanggapan yang berlebihan (bukan parodi):

 

About Abu Fatma

Check Also

Tutup Hotel Alexis

Menanti Janji Anies-Sandi Tutup Hotel Alexis

Hotel Alexis di kawasan Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara kembali ramai disebut warga Jakarta. Sebabnya, Baca Lanjut

Leave a Reply

%d bloggers like this: